Showing posts with label خواطر. Show all posts
Showing posts with label خواطر. Show all posts

Saturday, June 9, 2012

Tentang Obsesi 2

secuil inspirasi dari kisah Yusuf 'alaihissalam
 
ِإلى كُل أَحلَامِنَا وأُمنِيَّاتِنَا المُتَأَخِّرَة
Untuk Setiap Obsesi yang Tertunda
 
 
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Sungguh dlm kisah mereka ada pelajaran bagi orang2 berakal. Al Quran bukanlah perkataan yang diada2kan, namun sbagai pembenar terhadap kitab2 sebelumnya, penjelas segala sesuatu, petunjuk dan kasih sayang bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf:111)
 
Betapa banyak impian dan angan yang tertunda karena ada hikmah yang tampak kemudian. 
Betapa banyak karunia yang tiba, dalam kemasan cobaan dan derita.
 
Ketenangan Yusuf 'alaihissalam menjadi sebab terlempar di kedalaman sumur
Ketampanan dan kesempurnaan fisiknya penyebab terfitnahnya kaum wanita dan karenanya pula ia dipenjara.
Lamanya ia mendekam di balik jeruji, menjadi penyebab tamkin (kekuasaan dan kepemimpinan) di kemudian hari
 
Meski dua orang kawannya sesama di penjara, lebih rendah kedudukan dan derajatnya, mereka keluar terlebih dulu sebelum Yusuf.
Orang Pertama keluar untuk menemui kematiannya.
Orang Kedua keluar untuk melayani tuannya.
Sedang NabiyuLLah ini ketakbersalahannya sangat jelas, bahkan lebih jelas dari matahari di siang terik.
Namun Sang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui berkehendak agar ia tinggal di penjara lebih lama beberapa tahun
 
 
Impiannya (untuk bebas) pun tertunda
Angannya semakin jauh
 
Cengkeraman belenggu semakin melelahkannya
Jiwanya semakin merindu pada kebebasan
 
Penantiannya begitu lama..sangat lama..
Hingga ia keluar setelah lulus dari ujian, siap menerima kekuasaan
Berkuasa di atas muka bumi, bergerak sesuai kehendak.
Namun tetap tersungkur di pangkuan kedua orangtuanya demi memuaskan dahaga akan kasih mereka, dahaga karena terpisah waktu dan jarak yang nyaris saja membekukan peluhnya.
 
Kepada setiap impian, cita, dan obsesi kita yang tertunda. Inilah Optimisme Yusuf..!!!
 
Apa yang terjadi pada Yusuf akan terus berulang, namun tidak pada setiap orang
Ia hanya terjadi khusus pada 'Uzhama' (Orang2 Besar) saja.
 
Jika seseorang yang lebih 'kecil' darimu, mendahuluimu merealisasikan obsesinya & memecahkan penderitaannya..
Percayalah dengan sepenuh kepercayaan (tsiqah) bahwa Pemilik Takdir sedang menyimpan bagimu apa yang telah DIA kehendaki.
Yakinlah bahwa Sang Maha Penyayang tak pernah melupakan hamba2Nya yang penyabar, tak pula menyia2kan balasan para pemilik kebajikan..
 
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ
"Maka barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, Dia akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya".
 
NB: terjemah bebas dari artikel yg ditulis oleh Ustadzah Abrar bint Fahd "Ilaa kulli Ahlaamina wa Umniyyatina al Muta'akkhirah.."  
http://www.tafkeeer.com/play.php?catsmktba=190#.T9IPPomtifo.facebook


Thursday, December 29, 2011

Tentang Obsesi

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Secuil inspirasi dari Ibnul Qayyim dalam Al-Fawaid:

 

 

أعلى الهمم فى طلب العلم، طلب علم الكتاب والسنة والفهم عن الله ورسوله نفس المراد، وعلم حدود المنزل. وأخس همم طلاب العلم قصر همته على تتبع شواذ المسائل وما لم ينزل ولا هو واقع أو كانت همته معرفة الاختلاف وتتبع أقوال الناس وليس له همة الى معرفة الصحيح من تلك الأقوال وقل أن ينتفع واحد من هؤلاء بعلمه. وأعلى الهمم فى باب الارادة أن تكون الهمة متعلقة بمحبة الله والوقوف مع مراده الدينى الأمرى, وأسفلها أن تكون الهمة واقفة مع مراد صاحبها من الله فهو انما يعبده لمراده منه لا لمراد الله منه فالاول يريد الله ويريد مراده والثاني يريد من الله وهو فارغ عن إرادته

 

Obsesi tertinggi dalam mencari ilmu, adalah:

-         Mendalami ilmu alqur’an dan sunnah,

-         Memahami kehendak Allah dan Rasul-Nya sesuai dengan maksudnya, serta

-         Memahami batasan2 yang sudah diturunkan (wahyu)


Sedangkan serendah-rendah obsesi pencari ilmu adalah membatasi obsesinya, semata-mata:

-         mencari-cari persoalan yang syadz/anomaly (menyimpang dari keumuman)

-         Membahas hal2 yang belum terjadi, dan tidak terjadi

-         Mencari tahu ikhtilaf/perbedaan pendapat, meneliti satu-satu pendapat orang, tanpa berusaha mencari tahu pendapat yang benar, dan dipastikan sedikit orang yang akan mengambil ilmu darinya.

 

Dan obsesi tertinggi dalam bab iradah (kehendak jiwa), adalah:

-         Obsesi yang selalu terikat dengan cinta kepada Allah, dan menyesuaikan diri dengan kehendak/perintahNya.

Sedangkan serendah-rendahnya adalah:

-         Obsesi yang selalu menyesuaikan diri dengan kehendak pemiliknya sesuai yang ia minta dari Allah, orang ini beribadah kepadaNya, karena ada maksud yang ia mintakan kepadaNya, bukan karena keinginan Allah kepada orang ini.

Ada perbedaan antara keduanya:

-         Yang pertama, menginginkan Allah dan menginginkan apa yang menjadi kehendakNya

-         Yang kedua, menginginkan sesuatu dari Allah, namun Allah tidak menginginkannya

 

والله أعلم,وصلى الله وسلم على نبينا محمد

 

NB: terjemah bebas..

Riyadh, awal Shafal 1432 H

Thursday, May 15, 2008

Antara Kenaikan BBM dan Film ML

Bismillah...

Subhanallah, setelah sekian lama (satu bulan) tidak posting diblog ini,rasanya banyak sekali isi kepala yang ingin ditumpahkan... sekian lama berkutat dengan bahts (paper) dari kampus ternyata tidak menutup lintasan-lintasan gagasan yang terus bermunculan di benak saya..

'Alaa ayyati haal... dengan izin Allah saya ingin sedikit nulis, mudah2an bermanfaat..

                     
                Antara Kenaikan BBM dan Film ML

    Hari-hari ini ruang dengar dan ruang baca kita dipenuhi dengan pemberitaan yang membuat kepala kita pening. Rakyat Indonesia mendapatkan "hadiah" istimewa dalam menyambut peringatan 100 tahun kebangkitan nasional dan 10 tahun reformasi, di antara hadiah istimewa itu adalah; yang pertama, rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak dan yang kedua, launching film berjudul ML.
   
    Well, keduanya adalah "hadiah" yang bisa disebut "istimewa", kenapa istimewa? karena dengan mata kepala terbelalak di siang hari bolong (kata orang arab), kita dapat menemukan ironi yang "luar biasa" menyedihkan, momentum 100 tahun kebangkitan nasional dan 10 tahun reformasi ternyata rakyat Indonesia mendapatkan hadiah yang menyakitkan berupa pukulan dahsyat bagi fisik dan mental rakyat. Pukulan dahsyat fisik itu berupa kenaikan harga BBM yang berimbas pada kenaikan semua bahan pokok. dengan alasan menyelamatkan APBN dari imbas kenaikan harga minyak dunia, pemerintah rela membuat jutaan rakyat kelaparan karena tidak sanggup lagi mengkonsumsi makanan yang layak dan bergizi..itulah pukulan fisik.. sedangkan pukulan yang semakin menghancurkan mental rakyat adalah, selain semangat bangkit itu nyaris padam akibat perut lapar, rakyat kita terpukul oleh serangan produksi film-film porno yang semakin banyak dan vulgar. memang, serangan yang kedua ini tidak langsung "mematikan", tapi perlahan-lahan membunuh mentalitas bangsa ini menjadi bangsa yang cenderung pada "syahwat".

    Mungkin anda bertanya, apa hubungannya antara masalah kenaikan BBM dengan masalah pornografi? apalagi bagi kita yang aktivis mahasiswa, hari-hari ini adalah momentum dimana mahasiswa turun ke jalan, memenuhi jalanan depan istana dan kantor2 pemerintahan sambil berteriak-teriak menyerukan protes lantang terhadap pemerintah. Dan itulah yang menjadi isu dominan dikalangan mahasiswa sekarang. Pada saat yang sama, masalah pornografi yang semakin gila justru kurang mendapat perhatian, "isunya kurang seksi" katanya...apalagi mungkin bagi mahasiswa, lebih terlihat gagah jika berteriak "turunkan SBY-JK !"..

    Saya termasuk orang yang tidak setuju jika terjadi parsialisasi dalam melihat permasalahan bangsa..oleh karenanya saya mencoba berfikir untuk mencari benang merah antara kedua permasalahan pelik ini, akhirnya saya menyimpulkan beberapa hal :
   
    1. sebagaimana dipaparkan di atas, kedua masalah ini (kenaikan BBM & pornografi) adalah pukulan berat bagi bangsa ini dalam dua aspek penting kehidupan manusia. yang pertama adalah pukulan bagi fisik, karena masyarakat semakin sulit untuk memenuhi hajat utamanya yakni pangan. ini bisa berimbas pada gejolak yang lebih besar, konflik sosial dan merosotnya semangat bangsa untuk bangkit justru terjadi pada saat momentum 100 tahun kebangkitan nasional. sedangkan masalah yang kedua (pornografi), adalah merupakan pukulan berat bagi anak bangsa ini dalam aspek mental. ketika rakyat sedang dilanda masalah kebutuhan pokok yang berat, mereka justru semakin ditimpa masalah lain berupa penggerusan terhadap mentalitas dan moral mereka melalui serangan pornografi yang bertubi-tubi, sehingga lengkaplah sudah musibah bagi bangsa ini, fisik lemah, jiwa pun lemah..
   
    2. kedua permasalahan tersebut sesungguhnya berpangkal dari titik yang hampir sama, yaitu minimnya idealisme. Dalam konteks kenaikan BBM, sesungguhnya permasalahan bukanlah berpangkal dari naiknya harga minyak dunia karena itu sudah hal yang pasti akan terus terjadi, itu mungkin memang masalah, tetapi yang menjadi masalah besar adalah, ketika pemerintah kehilangan idealisme dan nilai yang harus diyakini dan diterapkan ketika menghadapi masalah global tersebut (kenaikan harga minyak dunia). Lalu, idealisme apa yang hilang? yang hilang adalah idealisme tentang tanggung jawab pemerintah untuk melindungi dan melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, yang hilang adalah idealisme tentang tidak bolehnya pemerintah terpengaruh pada intervensi asing, sehingga tidak boleh hanya dengan alasan pertumbuhan ekonomi harus meliberalisasi perekonomian negara. Dalam konteks permasalahan pornografi, orang-orang yang mengaku "pekerja seni" itu telah mengalami krisis idealisme, mereka tidak punya nilai kebenaran yang harus diyakini dan disispkan dalam karya seni mereka (kalau memang layak disebut karya seni), sehingga yang terjadi adalah pembunuhan akal dan nurani demi mengejar setinggi-tinggnya apa yang disebut dengan keuntungan. akhirnya sampailah mereka pada logika "persetan dengan nilai, yang penting untung! ini bisnis bung !".

    3. Jika kita mengamati dengan cermat dua permasalahan tersebut, kita dapat menemukan fakta yang membuat kita mengurut dada, yaitu ternyata sudah terjadi apa yang disebut dengan fenomena miskin kreativitas dan inovasi. masalah kenaikan BBM oleh pemerintah dirasionalisasi dengan alasan bahwa inilah pilihan terbaik, seakan tidak jalan lain.tetapi ketahuilah bahwa itu adalah bukti dari kegagalan pemerintah dalam menciptakan pilihan alternatif untuk mengatasi dampak global tersebut, pemerintah kehilangan kreativitas untuk menyejahterakan rakyatnya. saya sangat yakin 100%, pemerintah pasti tahu dengan kemungkinan-kemungkinan pasar ekonomi global yang akan berdampak pada perekonomian negara, lalu kenapa keputusan yang diambil adalah pilihan yang selalu saja tampak reaktif dan solusi instan?. sedangkan mengenai masalah pornografi, para "pekerja seni" itu benar-benar telah mengalami kemampatan ide dan inovasi, mereka miskin kreativitas, meskipun katanya para seniman itu adalah mereka yang kreatif. jika demikian, layakkah mereka disebut seniman? Syattaana maa bainal ism wal musamma (kata orang arab, sungguh jauh antara nama dan sang pemilik nama). Kalau mereka memang mengaku kreatif, maka ciptakanlah karya seni yang cerdas, mencerahkan dan inspiratif..

    Dari paparn di atas, maka dapat disimpulkan hal penting: kita sebagai anak bangsa :
  1. Tidak boleh parsial dalam melihat problem bangsa kita
  2. Kita harus tetap memegang teguh idealisme tentang kebenaran yang kita yakini
  3. Kita tidak boleh stagnan dalam ide dan gagasan, harus terus memanfaatkan segala potensi untuk menciptakan alternatif2 baru
Wallahu a'lam bishshawab...

Saturday, April 12, 2008

Pemimpin yang Rabbani

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya" (QS 3 : 79)


Allah Ta'ala dalam ayat di atas memerintahkan kepada kita untuk menjadi orang-orang yang Rabbani. Rabbani berasal dari kata Rabb (Allah Ta'ala), oleh karenanya orang yang Rabbani adalah orang yang selalu menisbatkan, mengorientasikan dirinya pada Allah Ta'ala. Imam al Biqa'i dalam tafsirnya Nazhmuddurar mengatakan "Rabbani adalah sebuah sikap yang menunjukkan kekokohan dalam memegang teguh agama Allah Ta'ala"

Dalam konteks kepemimpinan, Imam Abu Ja'far AtThabary-seorang mufassir besar- menafsirkan kata Rabbani dengan makna yang sangat dalam dan memiliki konteks yang sangat luas. Dalam kitabnya, Jami'ul Bayan fii Ta'wilil Qur'an, setelah beliau menyebutkan beberapa makna Rabbani yang beliau riwayatkan, beliau menyimpulkan bahwasanya makna Rabbani adalah : Yang memiliki ilmu dan fiqih (pemahaman), yang melek (paham) akan siyasah (politik), pengaturan orang lain, bertanggungjawab atas urusan rakyat, dan memberikan kemaslahatan dan perbaikan dunia dan akhirat bagi mereka.
           
Penjelasan Imam AtThabary di atas memberikan gambaran bahwasanya yang disebut Rabbani bukanlah semata-mata orang yang selalu beribadah pada Allah tanpa melihat lingkungannya, bukan pula orang yang selalu ber'uzlah (mengisolasi) diri tanpa memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakatnya, dan bukan pula semata-mata ulama yang 'alim dan faqih tanpa memiliki kontribusi sosial. Dan sebaliknya, dalam konteks kepemimpinan, seorang pemimpin yang Rabbani, bukan cuma tangkas dalam urusan politik belaka, lihai dalam kekuasaan, cerdik dalam memimpin masyarakat. Tetapi juga memiliki ilmu dan pemahaman dalam urusan agama, serta komitmen yang kuat untuk membawa kemaslahatan bagi masyarakatnya baik dalam urusan dunia dan akhirat mereka.
          
Sesungguhnya kaum muslimin pada masa kini yang sedang diterjang berbagai krisis, membutuhkan sosok-sosok pemimpin yang memiliki karakter Rabbani. Dikarenakan permasalahan yang menimpa kaum muslimin bukanlah semata-mata permasalahan kesejahteraan semata, atau politik semata, tetapi juga permasalahan mental dan moral. Sehingga dibutuhkan para pemimpin yang mampu mengeluarkan mereka dari permasalahan yang begitu rumit itu.
       
Jika umat ini berhasil mengangkat dan memilih sosok-sosok Rabbani yang akan memimpin mereka, Insya Allah, masa-masa kejayaan dan keemasan umat Islam akan kembali lagi, sebagaimana tercatat dalam sejarah, ketika umat ini dipimpin oleh sosok Umar bin Khattab ataupun Umar bin Abdul Aziz, kesejahteraan sosial tercapai, masyarakatnya pun adalah masyarakat yang shalih.

Oleh karenanya, jika umat ini merindukan masa itu, ada sebuah tugas besar bagi umat, yaitu memulai pembentukan generasi Rabbani yang akan memimpin umat ini serta menjaga kesinambungan regenerasi itu secara terus menerus. Semoga.  

 

 

Saturday, April 5, 2008

Membuat blog... untuk apa?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah pemilik segala kesempurnaan dan keagungan,dengan izinNya akhirnya saya memulai juga membuat blog sendiri, setelah sekian lama bingung dan ragu untuk membuat blog ini..

Ini adalah posting pertama saya dalam rangka mencurahkan buah fikiran, ide, gagasan dan mempublikasikannya di ruang publik-maya setidaknya-. pertanyaan-pertanyaan pertama saya ketika tergerak untuk membuat blog adalah, untuk apa? apa manfaatnya? perlukah? adakah ini semata-mata untuk tampil untuk tampil di ruang publik (tenar?) atau dalam rangka menyebarkan pemikiran saya agar lebih bermanfaat bagi saya pribadi dan orang lain?

Sebagaimana diketahui, bahwa di antara kebutuhan pokok manusia-menurut Abraham Maslow- adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri, diakui eksistensinya dihadapan orang lain, sehingga konsekuensi dari pemenuhan kebutuhan pokok tersebut adalah menggunakan segala sarana untuk menampilkan diri di ruang publik agar eksistensinya diakui oleh orang lain. Dalam konteks modern sarana tersebut bisa berupa media, diantaranya adalah internet. maka jangan heran jika sekarang fenomena yang sekarang sedang booming adalah friendster, blogger, dan lain sebagainya.

Namun demikian,sebagai perimbangan atas gagasan di atas,kita sebagai muslim sangat mengenal sebuah hadits shahih "Innamal a'maalu binniyyat.." (segala amal itu tergantung pada niatnya). hadits ini dapat kita jadikan titik tolak untuk menilai standar kualitas segala aktivitas kita, termasuk ketika kita masuk untuk tampil diruang publik yang di antaranya adalah blog seperti ini. Di sisi lain, Islam mengajarkan kita untuk selalu memelihara ketulusan hati.

Apa yang saya maksud dari gagasan-gagasan di atas? yang saya maksud adalah kita harus menegaskan kembali tujuan-tujuan kita ketika kita membuat blog seperti ini.. apakah semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok itu? atau memang ada tujuan yang lebih dari sekadar itu?

Rasulullah saw mengajarkan "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain",maka sebagai manifestasi dari ajaran tersebut,kita harus memanfaatkan betul sarana dan media seperti blog untuk memberikan manfaat kepada orang lain secara massif dan menyebarkan kebaikan secara terbuka...

Wallahu a'lam..